Ada sebuah kerajaan yang sangat besar kekuasaannya namanya kerajaan Suwung, rajanya bernama Batara Indra, istrinya bernama Dewi Sinta. Mempunyai anak sebanyak 44 orang, laki-laki 22 orang, perempuan 22 orang. Semua anaknya gagah dan cantik.
Batara Indra memerintahkan kepada semua anaknya, untuk mengawini saudaranya, masing-masing kembarannya kemudian, semua membuat rumah masing-masing.
Ejaan Latin:
97. lah surakkenna aglis// henengngakenna héñjang malih kekocapa, nakoda surak aglis, sakéhhé kang bala, lwir umbaking ngampuwan, wong ngakéh ing palwanéki, bedil wusúamapta, lwir gerah swaranéki// nulya sinipat dhénnira sira nakoda, walulang tumpukkanni, pinggiring nagara, mimisé kadi udan, tiba ing nagaranéki, sira ki arya, tan papolah siréki// nora kawasa ki arya hanéng nagara, walulang bantun sami, angamuk úadaya, hanéng jroning nagara, lwir kilat palayunéki, tiba ing ngumahnya, tanga-
Arti Indonesia:
97. silahkan cepatlah engkau bersorak. Tidak diceritakan besoknya lagi diceritakan, Nakoda berteriak dengan cepat, diikuti oleh semua tentaranya, bagaikan gemuruh ombak yang mengehempaskan, banyak orang di perahu ini, senapan sudah lengkap, bagaikan petir suaranya. Kemudian diperintahkan oleh Nakoda, agar menumpuk kulit kerang, di perbatasan istana, pelurunya seperti hujan, yang menghujam istana, Ki Arya tak berkutik. Tidak mampu bertahan Ki Arya di istana, laskar kulit kerang semuanya kembali, mengamuk semua yang ada, di dalam istana, bagaikan petir larinya, tiba di rumahnya
Arti Inggris:
97