Ada sebuah kerajaan yang sangat besar kekuasaannya namanya kerajaan Suwung, rajanya bernama Batara Indra, istrinya bernama Dewi Sinta. Mempunyai anak sebanyak 44 orang, laki-laki 22 orang, perempuan 22 orang. Semua anaknya gagah dan cantik.
Batara Indra memerintahkan kepada semua anaknya, untuk mengawini saudaranya, masing-masing kembarannya kemudian, semua membuat rumah masing-masing.
Ejaan Latin:
96. tinampuk sami// ki nakoda haris dénira angucap, éh panglima siréki, ing béñjang ta sira, aja pépéka ika, lunga angluruga malih, mari ki arya, keréng punika dén bedil// sakatahhé bedil alité dén bakta, mwah rentaka sami, mariyem úadaya, mwah lélasimnapang, sami dennisénning béñjang, sàkwéh sadaya, aja liwaring nguneng// pan úakéhhé nakoda sami maturra, sandhika tuwan singgih, henengakenna ika, éñjang malih kawrena, nakoda amuwus úaris, ing balanéka,
Arti Indonesia:
96. semua ditumpuk.” Ki Nakoda kemudian berkata, “wahai para panglimaku, besok engkau semua, janganlah khawatir, mari kita serang kembali, Ki Arya, dengan kerang dan senapan. Semua senapan kecil dibawa, siapkan semua, meriam semua, serta meriam kecil, semua disiapkan posisinya besok, semuanya, jangan dilupakan. Maka seluruh Nakoda semuanya menjawab, “baiklah hamba setuju tuan yang mulia,” tidak diceritakan mengenai hal itu, diceritakan lagi besoknya, Nakoda kemudian berkata, kepada tentaranya,
Arti Inggris:
96