Ada sebuah kerajaan yang sangat besar kekuasaannya namanya kerajaan Suwung, rajanya bernama Batara Indra, istrinya bernama Dewi Sinta. Mempunyai anak sebanyak 44 orang, laki-laki 22 orang, perempuan 22 orang. Semua anaknya gagah dan cantik.
Batara Indra memerintahkan kepada semua anaknya, untuk mengawini saudaranya, masing-masing kembarannya kemudian, semua membuat rumah masing-masing.
Ejaan Latin:
98. ronge raksami// nulyang lolos sabala nira ki arya, agungsi wana kagiri, tanétang paranya, sira ki harya ika, wus prata korlalang sami, nulih kapendhak, ki ñaka satus hiki// sira arya anulya sira takona, maring ki satussiki, apagara nira, malayu sadaya, ki satus hamuwus saris, hinggih kawula, tuwannadwon najurit// sira néssatus hasruh dennira angucap, tuan punapa iki, karanné pangéran malayu ñukta tuwan, angungsi wana kang giri sira neq ñaka
Arti Indonesia:
98. para abdi istana. Loloslah Ki Arya bersama tentaranya, menuju hutan gunung, tidak jelas tujuannya, Ki Arya itu, tibalah di Korlalang, kemudian dijemput, oleh Ki Nyaka Satus. Ki Arya kemudian bertanya, kepada Ki Satus ini, apa sebabnya engkau, semuanya berlarian, Ki Satus menjawab, ya hamba tuanku, hamba berperang. Ia yang berjumlah seratus segera ia berkata, tuanku bagaimana ini, sebabnya tuanku berlarian dan memasuki, menuju hutan gunung, Neq Nyaka
Arti Inggris:
98