Ada sebuah kerajaan yang sangat besar kekuasaannya namanya kerajaan Suwung, rajanya bernama Batara Indra, istrinya bernama Dewi Sinta. Mempunyai anak sebanyak 44 orang, laki-laki 22 orang, perempuan 22 orang. Semua anaknya gagah dan cantik.
Batara Indra memerintahkan kepada semua anaknya, untuk mengawini saudaranya, masing-masing kembarannya kemudian, semua membuat rumah masing-masing.
Ejaan Latin:
1. //puh asmarandana tembangngé// wenten carita winreni, i nagara suhungngika, hana manusa sajodo kang nganéng gunnung punika, rinipta ri- , numapakkan, wonganom pakasahanurun, kang kinyang ya babat sekar// ratna dewi sita iki, kang nganéng gunung punika, kalawana, sanaké reko, batara indra namanya, kang nganeng gunung punika, arana gunung suhung reké iku, punika drabé nagara// sama punala- mi lami téki, sang ngaajing batara indra, adrabé putra ta mangko, petang pulu papat ika, jalu distri samapta, sami hayu hayu iku,
Arti Indonesia:
1. Pupuh Asmarandana tembangnya// ada tersebut cerita, di Kerajaan Suung, terdapat sepasang manusia tinggal di gunung daerah tersebut, yang dituangkan dalam, karangan, tentang turunnya seorang yang masih muda, yang diperintahkan merabas bunga-bunga keindahan// permata-permata keindahan yang bagaikan Dewi Sita, yang terdapat di gunung tersebut, dengan kerabatnya, yang bernama Batara Indra, yang tinggal di gunung itu, yang konon disebut Gunung Suwung, itu dalam kekuasaan kerajaan (Kerajaan Suwung)// Lama-kelamaan, Baginda Raja Batara Indra, memiliki putra, empat puluh empat, lengkap laki perempuan, semuanya berparas menarik,
Arti Inggris:
1