Ada sebuah kerajaan yang sangat besar kekuasaannya namanya kerajaan Suwung, rajanya bernama Batara Indra, istrinya bernama Dewi Sinta. Mempunyai anak sebanyak 44 orang, laki-laki 22 orang, perempuan 22 orang. Semua anaknya gagah dan cantik.
Batara Indra memerintahkan kepada semua anaknya, untuk mengawini saudaranya, masing-masing kembarannya kemudian, semua membuat rumah masing-masing.
Ejaan Latin:
95. balané sami// yén wus hakeh walulangé hanéng darat, dén tampuk kakinaglis, hing pinggiring kuta, yen sampun tinampukkan, sira warahha téngkami, sira panglima, sandhika nakodéki// nulya mangkat sakatahé wadwa nira, hangakuttaken naglis, wlulang punika, hing pinggiring samudra, hanuli dénnabil sami, walulang samya, kima lan kereng sammi// samya tumpuk mako walulang sadhaya, hing pinggir kang nagari, kadi gili hika, watu karang lan keréng, rowangé umatur haglis, mring nakoda, sampu
Arti Indonesia:
95. pengikutnya semua. Jika telah banyak kulit kerang di darat, tumpuklah kerang itu, di perbatasan kerajaan, jika telah ditumpuk beritahukanlah saya, wahai panglima, demikianlah perintah nakoda itu. Kemudian semua tentaranya berangkat, mengangkutnya dengan cepat, kulit kerang tersebut, di pinggir laut, kemudian diambil semua, kulit kerang itu semua, kima dan semua kerang. Semua ditumpuk seluruh kulit kerang, diperbatasan kerajaan, seperti pulau itu, batu karang dan kerang, awaknya segera berkata, kepada Nakoda, “sudah
Arti Inggris:
95