Ada sebuah kerajaan yang sangat besar kekuasaannya namanya kerajaan Suwung, rajanya bernama Batara Indra, istrinya bernama Dewi Sinta. Mempunyai anak sebanyak 44 orang, laki-laki 22 orang, perempuan 22 orang. Semua anaknya gagah dan cantik.
Batara Indra memerintahkan kepada semua anaknya, untuk mengawini saudaranya, masing-masing kembarannya kemudian, semua membuat rumah masing-masing.
Ejaan Latin:
77. nakoda munggahing palwanéki// tigang dina laminé angantosen norana dagang prapti, norana punika malih sira ha munggah maring ki harya puniki, hinggih hatuwan, punapi budaq sami// ki neq ñake halon dhen nira hangucap gawokingé puniki nora teka teka baya hapa kalanya, norana rawuh hing mangkin, saking bayannika, liñok temen ngong ngiki // hinggih tuwan kawula hamit pangéran, dateng tuwan sangaji, kawula halayar, mantuka ring nagara, panorana neranana hamulih, hing
Arti Indonesia:
77. Ki Nakoda naik ke dalam perahunya. Tiga hari lamanya, menunggu tidak ada dagang yang datang, tidak ada hal itu lagi naik kepada Ki Arya ini, ya tuan bagamana para budak semua. Ki Neq Nyaka pelan berbicara penuh keheranan, mengapa tidak kunjung datang, apakah ada bahaya kiranya, tidak datang sampai sekarang, dari Bayan itu, sangat bohong engkau ini. Baiklah hamba mohon diri tuanku, sampaikan kepada baginda raja, hamba akan berlayar, kembali ke negara hamba, karena tidak mendapatkan sesuatu,
Arti Inggris:
77