Ada sebuah kerajaan yang sangat besar kekuasaannya namanya kerajaan Suwung, rajanya bernama Batara Indra, istrinya bernama Dewi Sinta. Mempunyai anak sebanyak 44 orang, laki-laki 22 orang, perempuan 22 orang. Semua anaknya gagah dan cantik.
Batara Indra memerintahkan kepada semua anaknya, untuk mengawini saudaranya, masing-masing kembarannya kemudian, semua membuat rumah masing-masing.
Ejaan Latin:
64. hulun, tuwan kesalin gama// norana beciké hiki, gamané tuan nikuna, hahomah lan sanakneng wong nora wennang reké hika, andhika raka tuwan, salin gama hiku, neqbahi dhe sangandhika, yen mongkono yun sangaji, hingsunnatumut sandhika, ki mandhalika wot sekaré, kawula hamit pangéran, maring pajanggi tuwan, matur sawuni nga hiku, pangandhikane batara// sangkiglis caritéki, ki mandhalika lumampah kalawan rowangé reko, wus prapténg jro
Arti Indonesia:
64. hamba, agar tuan merubah perilaku. Tidak ada baiknya ini, kebiasaan tuan yang dahulu, mengawini sanak saudara, tidak baik itu, sesuai titah kakanda tuan, rubahlah perilaku itu, Neq Bahi menjawab “jika demikian keinginan paduka raja hamba setuju sesuai titah baginda, Ki Mandalika menerima titah, hamba mohon diri tuan, akan berangkat ke Pajanggi tuan, akan memberitahukan perintah baginda raja. Singkat cerita, Ki Mandalika berangkat dengan abdinya, telah tiba
Arti Inggris:
64