Ada sebuah kerajaan yang sangat besar kekuasaannya namanya kerajaan Suwung, rajanya bernama Batara Indra, istrinya bernama Dewi Sinta. Mempunyai anak sebanyak 44 orang, laki-laki 22 orang, perempuan 22 orang. Semua anaknya gagah dan cantik.
Batara Indra memerintahkan kepada semua anaknya, untuk mengawini saudaranya, masing-masing kembarannya kemudian, semua membuat rumah masing-masing.
Ejaan Latin:
62. sira, ki mandhalika ta reko, inggih kawula pangéran, kawula ingandhika, dénning raka tuwannulun, ngatur huni-ngamring tuwan// daweg tuwan reké singgih, sakadi andhika raka, putra tuwanniku reko, aja akrama lan úanak, ka-di kango ika, tingkahhé akrama iku, norana jeneng manusa// sang prabu arya nahuri, pantes prayogya andhika, dadi panuttan ta reko, tinurut dhénning manusya, dadi tatah agama, lwir gama agama iku, punika yogya manusya//
Arti Indonesia:
62. konon Ki Mandalika itu, “ ya hamba tuanku, hamba dititahkan, oleh baginda raja kakanda tuan, menyampaikan tuanku. Mohon agar tuan menyetujui, seperti titah kakanda tuan, agar putra-putra tuanku, tidak mengawini saudara, seperti dahulu, perilaku itu, bukanlah perilaku manusia. Baginda menjawab, memang pantas hal itu disetuji, dijadikan panutan, dan diikuti oleh semua manusia, menjadi patokan dalam berperilaku, tentang tata cara kebiasaan berperilaku, itulah yang patut dianggap sebagai manusia,
Arti Inggris:
62