Ada sebuah kerajaan yang sangat besar kekuasaannya namanya kerajaan Suwung, rajanya bernama Batara Indra, istrinya bernama Dewi Sinta. Mempunyai anak sebanyak 44 orang, laki-laki 22 orang, perempuan 22 orang. Semua anaknya gagah dan cantik.
Batara Indra memerintahkan kepada semua anaknya, untuk mengawini saudaranya, masing-masing kembarannya kemudian, semua membuat rumah masing-masing.
Ejaan Latin:
63. yénnora agama iki, sapreti gung kang punika, tingkahhé manusya reko, nora wennang pinañjingan, dénnira sang ywa du-ttha, nora mañjing swarga agung, punika temahhé ika// ki mandhalika apamit, sarwi sira asung sembah, anulih lumampah alon, kéring dénning réñcang néka, tan kawernahing marga, wus prapténg nglakukunniku, malebu jroning nagara// ki mandhalika sug bakti, sarwi sira aligiya, kawula ingutus reko, denning raka ingandhika, raka tuwan pangéran, medekki tuwan,
Arti Indonesia:
63. jika tidak mengikuti perilaku ini (kawin dengan saudara), sebagaimana yang dititahkan baginda raja, perilaku manusia, yang tidak dapat menerima, utusan sang raja muda, tidak akan mendapatkan kebahagiaan, itulah akibatnya. Ki Mandalika mohon diri, sambil memberi hormat, kemudian berjalan pelan, disertai oleh para abdinya, tidak diceritakan dalam perjalanan, telah tiba di Langkukun itu, masuk ke dalam istana. Ki Mandalika memberi hormat, serta duduk, “hamba diutus, oleh kakanda baginda raja, tiada lain adalah kakanda tuan, agar menghadap kepada tuan,
Arti Inggris:
63