Ada sebuah kerajaan yang sangat besar kekuasaannya namanya kerajaan Suwung, rajanya bernama Batara Indra, istrinya bernama Dewi Sinta. Mempunyai anak sebanyak 44 orang, laki-laki 22 orang, perempuan 22 orang. Semua anaknya gagah dan cantik.
Batara Indra memerintahkan kepada semua anaknya, untuk mengawini saudaranya, masing-masing kembarannya kemudian, semua membuat rumah masing-masing.
Ejaan Latin:
55. sri naréndhra aris dhénya angandhika// éh pannak kandhénnéngal, lah lunga dépunnaglis, aturrenna pawekkasúing ngwang, maring ra-hi salut sigih, mwah sambalunniki, aja nakrama siréku, lawan prasanak samya, mangké lah sadaya iki, dadi bero hemahhé akrama ika// mwah adibayannika, lannadi sokong siréki, warahhen pangucaping ngwang, asalin gama siréki, aja wéh akramani, kalawan úametonniku, dadi arampunika, tikahha agama iki, nulih pa-
Arti Indonesia:
55. baginda raja kemudian bersabda. “wahai anakku cepatlah, berangkatlah engkau dengan cepat, sampaikanlah titahku, kepada adikku yang mulia Ki Salut, dan Ki Sambalun, janganlah kawin, dengan semua saudara, kini silahkan engkau semua, buruk dampaknya jika hal itu dilakukan. Dan adik yang di Bayan, serta di Sokong, sampaikan juga pesanku ini, agar merubah perilakunya, jangan biarkan kawin, dengan saudaranya, jadi sungguh terlarang, perilaku tersebut, kemudian
Arti Inggris:
55