Ada sebuah kerajaan yang sangat besar kekuasaannya namanya kerajaan Suwung, rajanya bernama Batara Indra, istrinya bernama Dewi Sinta. Mempunyai anak sebanyak 44 orang, laki-laki 22 orang, perempuan 22 orang. Semua anaknya gagah dan cantik.
Batara Indra memerintahkan kepada semua anaknya, untuk mengawini saudaranya, masing-masing kembarannya kemudian, semua membuat rumah masing-masing.
Ejaan Latin:
54. kne, agama ing kuna uni, nora becik gamane i belis lanat// sang prabu aris nganika, maring para sanak néki, u-warrana sanagara, aja narabiya iki, kalawan úanak néki, norana beciké iku, dadi rusak nagara, hennengake-nna sang ngaji, arya kayangngan aris dhénnya angandhika// yénnatur kawula tuwan, datengnging jeng sri bupati, daweg tuwan ing nga-dhika, maring para sana mami, maring salut nagari, katurring kang rahi hulun, mwahhing ñaka ika, saking sambalun narpati,
Arti Indonesia:
54. tinggalkan saja, kebiasaan yang lama tersebut, tidak baik perilaku tersebut yang telah lama dilakukan. Baginda raja kemudian bersabda, kepada sanak keluarganya, disampaikan ke seluruh wilayah kerajaan, janganlah kawin dengan cara ini, yakni mengawini saudara, tidak ada baiknya itu, hal itu akan merusak tatanan masyarakat, tidak diceritakan mengenai titah baginda raja, Arya Kayangan kemudian berkata. “menurut pendapat hamba tuanku, menghadap paduka, mohon agar tuan juga memberikan titah, kepada sanak saudara hamba, di wilayah Salut, disampaikan kepada adik-adik hamba, dan Ki Nyaka, raja Sembalun,”
Arti Inggris:
54