Ada sebuah kerajaan yang sangat besar kekuasaannya namanya kerajaan Suwung, rajanya bernama Batara Indra, istrinya bernama Dewi Sinta. Mempunyai anak sebanyak 44 orang, laki-laki 22 orang, perempuan 22 orang. Semua anaknya gagah dan cantik.
Batara Indra memerintahkan kepada semua anaknya, untuk mengawini saudaranya, masing-masing kembarannya kemudian, semua membuat rumah masing-masing.
Ejaan Latin:
49. tuwan, pan lunga hanéng nagari// sang prabu aris ngandhika, kari limang dina mangké yayi, atilar nagara iku, wus jang-kep limang dina, nulya lunga sakwéhhé wadwaniréku, tan kocapa ing marga, wus prapténg talkowang ngiki// saking premanning pa-ngéran, ya ta rawuh udannapi siréki, saking langit reké iku, geni angin punika, wis matelas denning geni agung ngiku, wong jro désa malaywa, agungsi ing wana giri// hennengakenna genni ika, kang kocapa mangké déra
Arti Indonesia:
49. tuanku, kapan baginda akan memasuki istana (yang baru).” baginda raja kemudian bersabda, lima hari lagi dari sekarang adikku, pergi ke istana itu, setelah tepat lima hari, kemudian berangkatlah semua rakyatnya, tidak diceritakan dalam perjalanan, telah tiba di Tal Kowang. Atas kehendak Hyang Kuasa terjadilah ujan api, dari langit, api dan angin itu, habislah semua itu terbakar api besar, semua penduduk berlarian, mengungsi ke hutan dan gunung. Tidak diceritakan api tersebut, sekarang diceritakan oleh
Arti Inggris:
49