Ada sebuah kerajaan yang sangat besar kekuasaannya namanya kerajaan Suwung, rajanya bernama Batara Indra, istrinya bernama Dewi Sinta. Mempunyai anak sebanyak 44 orang, laki-laki 22 orang, perempuan 22 orang. Semua anaknya gagah dan cantik.
Batara Indra memerintahkan kepada semua anaknya, untuk mengawini saudaranya, masing-masing kembarannya kemudian, semua membuat rumah masing-masing.
Ejaan Latin:
41. n kawrena lampahiréki, wus prapténg ing nagara, kapanggih sangayu, kalihhan lan putranéka, ing madapa, alinggih jajar sumandhing, sang ngarya arisúangucap// lah ta yayi konnenna dénnaglis, lebettenna, labuwi punika, lawan nundhis iku reké, putra sigrah tumuru-n, angambila labuwi puniki, kalawan nundisika, dén keryakenniku, genniné ingilat-ilat, ing kerenné, preyo- … … .. can kang tineding, lan serta labuwinéka// sampun…kalih binatong ngiki, ing paryukké, sang putra maturra, punika rama ta mangké,
Arti Indonesia:
41. tidak diceritakan perjalanannya, telah tiba di istananya, dijumpai permaisurinya, berduaan dengan putranya, di madapa, duduk berjejer/ bersanding, sang kemudian berkata. Wahai istriku cepatlah engkau, memasak, labu dengan undis itu, anaknya segera turun mengambil labu tersebut, dan undis itu, dan kerjakan itu, apinya menjilat-jilat, pada tungkunya, ………….yang dimasak di atas tungku, beserta labu itu. Telah …..keduanya telah dimasak, di periyuk itu, putranya berkata, demikian ayahandalah sekarang,
Arti Inggris:
41