Ada sebuah kerajaan yang sangat besar kekuasaannya namanya kerajaan Suwung, rajanya bernama Batara Indra, istrinya bernama Dewi Sinta. Mempunyai anak sebanyak 44 orang, laki-laki 22 orang, perempuan 22 orang. Semua anaknya gagah dan cantik.
Batara Indra memerintahkan kepada semua anaknya, untuk mengawini saudaranya, masing-masing kembarannya kemudian, semua membuat rumah masing-masing.
Ejaan Latin:
42. sira arya amuwus, maring putra nira puniki, kikillina iku iya, kantoq lawan sambel, tasik lan úabiya ika, kadéya-nipun, kinreya puniku singgih, dadi sambel marica// hennengngenna kang kawuwusiki, kang kocapa, éñjang kawrenaha, néq ñaka lumampah reké, kering lan putranipun, wong sadasa angiring ngiki, wayahhé waktu hisa, waktu subuh iku, anulih a-glis lumampah, néq ñaka séket, anulya malayu aglis, wus prapténg nagara ika// hennengenna néq ñaka iki, wenten malih re-
Arti Indonesia:
42. sang arya berkata, kepada putranya ini, dimasak, diulek dengan sambal, garam dan cabe itu, seperti itu, itu pekerjaan pokok, membuat sambal merica. Hentikan sejenak cerita ini, diceritakan kembali, besoknya, Neq Nyaka berangkat, disertai oleh para putranya, sebanyak sepuluh orang, antara waktu isa, dan waktu subuh itu, kemudian segera berangkat, Neq Nyaka Seket, kemudian berlari dengan cepat, telah tiba di kerajaan itu. Tidak diceritakan tentang Neq Nyaka itu, ada lagi
Arti Inggris:
42