Ada sebuah kerajaan yang sangat besar kekuasaannya namanya kerajaan Suwung, rajanya bernama Batara Indra, istrinya bernama Dewi Sinta. Mempunyai anak sebanyak 44 orang, laki-laki 22 orang, perempuan 22 orang. Semua anaknya gagah dan cantik.
Batara Indra memerintahkan kepada semua anaknya, untuk mengawini saudaranya, masing-masing kembarannya kemudian, semua membuat rumah masing-masing.
Ejaan Latin:
37. ingsunnapamit úiréki, lah biyangngira, mantuk maring nagari// ing bagedat ika prenahhing nagara, ingsun mantukka iki, lan biyangngé ika, kari ingkéné samya, amawéng sariranékiki, ingkéné ngawula, ing rakanira iki// nulya hilang batara lan rahi-néka, ing ngarsa putra sami, saputra aniba, alaranangis úadaya, kadi ombak swara néki, tangisé ika, wowa-don lanang prasami// henengngakenna tangisé para putra, hana mangké kawreni, sang prabu ngandhika, menengnga arining ngwang, haja nangi-
Arti Indonesia:
37. ayahanda pergi dulu, silahkan dengan ibundamu, masuk ke istana. Di Bagedat tempat kerajaan itu, hamba akan ke dalam bersama ibunda, tetaplah di sini semuanya, mendampingiku di sini, di sinilah mengabdi, kepada kakakmu ini. Kemudian wafat baginda bersama permaisurinya, dalam para putranya, semua mengerubungi, sedih dan menangis, seperti suara gemuruh ombak, tangisannya tersebut, baik perempuan dan laki semua. Tidak diceritakan tangisan para putranya, ada lagi yang diceritakan, tentang perintah sang raja, “diamlah adikku, janganlah engkau menangis
Arti Inggris:
37