Ada sebuah kerajaan yang sangat besar kekuasaannya namanya kerajaan Suwung, rajanya bernama Batara Indra, istrinya bernama Dewi Sinta. Mempunyai anak sebanyak 44 orang, laki-laki 22 orang, perempuan 22 orang. Semua anaknya gagah dan cantik.
Batara Indra memerintahkan kepada semua anaknya, untuk mengawini saudaranya, masing-masing kembarannya kemudian, semua membuat rumah masing-masing.
Ejaan Latin:
35. dika, duh ñawaningsun úinggih, piharsahakenna, hujaringsunning sira, éh anak tumenggung singgih, raka manira, ajing bayan siréki // aja sira langgana ing rakanira, yén sapungkur ngong ngiki, tumenggung nganembah, sandhika patik batara, kawula anut úang ngaji, ing pang nga-ndhika, tuwan dhatenging kami// sang batara aris dhénira ngandhika, maring putra sawiji, éh tumenggung sira, saking kuripannika, aja langgana siréki, i rakanira, sakecappingsun niki// sawur sembah tumenggung kuripannika, sandhikané sang ngaji, kawula tu-
Arti Indonesia:
35. “wahai keturunanku yang terhormat, dengarkanlah, perkataanku kepadamu, “wahai anakku Tumenggung yang terhormat, kakakmu, raja Bayan. Jangan engkau berani kepada kakakmu, lebih-lebih kepadaku dikemudian hari,” Tumenggung menghormat, “sebagaimana titah baginda, hamba menuruti perintah baginda, sesuai dengan titah, yang ditujukan kepada hamba. Baginda raja kemudian berkata, kepada seorang putranya tersebut, “wahai Tumenggung, dari Kuripan itu, jangan kamu durhaka, kepada kakakmu, sesuai dengan perkataanku ini” memberi hormat dan berkata Tumenggung Kuripan itu, titah sang raja, hamba
Arti Inggris:
35