Ada sebuah kerajaan yang sangat besar kekuasaannya namanya kerajaan Suwung, rajanya bernama Batara Indra, istrinya bernama Dewi Sinta. Mempunyai anak sebanyak 44 orang, laki-laki 22 orang, perempuan 22 orang. Semua anaknya gagah dan cantik.
Batara Indra memerintahkan kepada semua anaknya, untuk mengawini saudaranya, masing-masing kembarannya kemudian, semua membuat rumah masing-masing.
Ejaan Latin:
33. sang batara aris dhénira ngandhika, duh anakingsun úinggih, piharsahakenna, ujaring sunniki sira, anakkingsun śadayéki, lah piharsakenna, anggenténi dénira maji// para putra sahur pakúi samadaya, sandhika tuwannaji, putra tuwannika, jumenengnga batara, ing nagara suwung ngiki, pinara sama, pinarek úamya, dénning kawula gusti// sri bupati batara indhra ngandhika, maring ki rangga iki, aduh anakkingwang, piharsa hujaring ngwang, haja awiwalla iki ki, pan rakanira, ki hajing lombok béñjing// rangga ba-
Arti Indonesia:
33. baginda raja kemudian berkata, “wahai anakku yang tersayang, dengarkanlah, perkataanku ini, anakku semua, dengarkanlah dengan baik, untuk menggantikanku. Para putranya kemudian menjawab, “sebagaimana titah paduka raja, agar para putra tuanku raja, di Kerajaan Suwung ini, dibagi rata, di hadapan semua, para rakyat dan rajanya. Sang baginda raja Indra bersabda, kepada ki Rangga, “wahai anakku, dengarkanlah perkataanku, jangan menginkari ini, sebab kakandamu Ki Aji Lombok nanti.” Rangga Bahin
Arti Inggris:
33