Ada sebuah kerajaan yang sangat besar kekuasaannya namanya kerajaan Suwung, rajanya bernama Batara Indra, istrinya bernama Dewi Sinta. Mempunyai anak sebanyak 44 orang, laki-laki 22 orang, perempuan 22 orang. Semua anaknya gagah dan cantik.
Batara Indra memerintahkan kepada semua anaknya, untuk mengawini saudaranya, masing-masing kembarannya kemudian, semua membuat rumah masing-masing.
Ejaan Latin:
15. ra putranéka, saputu pata néka, wong satus limang daséku, wus prapténg ngalas gungngika// akreya wisma siréka, sampun dhadi kang na-gara, sreta paséban ta reko, lawan kutané samapta, sreta balumbang néka, henengakena puniku, kocapa sang nga batara// batara ngandhika aris, aduh anakkingsus emas, sira lungaha ta reko, akreya nagara sira, maring langko punika, sreta pu-tra sadayéku, sahanak putuné binakta// rama sugiyan tur pamit, sandhika nira batara, anulih lumampah reko,
Arti Indonesia:
15. para putranya, cucu cicit, seratus lima puluh orang itu, telah sampai di hutan yang besar tersebut. Disanalah membuat rumah, sudah menjadi permukiman lengkap dengan balai pertemuan, dilengkapai dengan benteng, serta parit pertahanan, hentikan sejenak, diceritakan lagi baginda. Baginda kemudian bersabda, “wahai anakku tersayang” berangkatlah engkau membangun permukiman bertempat di langko itu, serta para anak-anakmu, cucu cicit sekalian diajak. Rama sugiyan mohon diri, melaksanakan titah baginda, kemudian berangkatlah
Arti Inggris:
15