Ada sebuah kerajaan yang sangat besar kekuasaannya namanya kerajaan Suwung, rajanya bernama Batara Indra, istrinya bernama Dewi Sinta. Mempunyai anak sebanyak 44 orang, laki-laki 22 orang, perempuan 22 orang. Semua anaknya gagah dan cantik.
Batara Indra memerintahkan kepada semua anaknya, untuk mengawini saudaranya, masing-masing kembarannya kemudian, semua membuat rumah masing-masing.
Ejaan Latin:
16. kéring dénning putranéka, tan kawrenanéng marga, wus prapténg ing ngalas agung, sami arérén úadaya// saking gelis caritéki, rong di-na dados nagara, asalin jujuluk reko, rangga bahin dhésahika, punika purwanéka, tanahilang kukunniku, malih wenten kang ko-capa// ki ramabrang tapéniki, asalin jujuluk néka, rangga pajanggi ta reko, wong titiga sasanakkan, henengakenna punika, putranira sangngahulun, wenten malih kang kocapa// hana masalut kang kawreni, kinén dhéning ra batara, lah lunga siranakkingong,
Arti Indonesia:
16. diiringi oleh anak-anaknya, tidak diceritakan dalam perjalanan, telah sampai di hutan besar, semua beristirahat. Singkat cerita, dua hari menjadi permukiman, berganti nama konon, rangga bahin nama desa itu, itu awalnya, tidak terhitung pohon kukun itu, ada lagi diceritakan. ki ramabrang tape itu, berganti nama juga, rangga pajanggi konon namanya, tiga orang bersaudara, hentikan sejenak, putra sri baginda, ada lagi yang diceritakan. Adalah diceritakan masalut namanya, diperintahkan oleh baginda, berangkatlah engkau anakku,
Arti Inggris:
16