Ada sebuah kerajaan yang sangat besar kekuasaannya namanya kerajaan Suwung, rajanya bernama Batara Indra, istrinya bernama Dewi Sinta. Mempunyai anak sebanyak 44 orang, laki-laki 22 orang, perempuan 22 orang. Semua anaknya gagah dan cantik.
Batara Indra memerintahkan kepada semua anaknya, untuk mengawini saudaranya, masing-masing kembarannya kemudian, semua membuat rumah masing-masing.
Ejaan Latin:
112. kadinnan, sadina-dina téki// saking glis caranira akerya, dados punang nagari, samapta paséban, sreta kuta sadaya, wumah sami ta wus dhadi, sang prabu ngandhika, lah mantukka ta sami// pan sakéhhé balaningsun úadaya, samya mantuking nagari, sang prabu malebuha, maring jro gedong ngika, sri bupati ngandhikaris, kari tigang dina, ingong lunga mangkéki// maring lombok i béñjang sadaya ika, kabéh sanakki réki, lan sawreganira, sadaya umaturra, sandhika batara iki, samya lungaha, angungsi umahnéki//
Arti Indonesia:
112. menjadi ramai setiap hari. Karena cepatnya cara kerja beliau, terwujudlah sebuah kerajaan, yang lengkap dengan balai persidangan dan perlengkapan istananya rumah-rumah pendudukpun semuanya selesai dibangun, bersabdalah baginda raja, wahai rakyatku pulanglah engkau semua. Oleh karena banyaknya rakyatku semua, semua memasuki kerajaan, baginda rajapun masuk ke dalam ruang peristirahatan, baginda raja kemudian bersabda, masih tersisa tiga hari perjalananku. Besok akan ke Lombok semua itu, banyak saudara dan warganya semua berkata, sesuai dengan perintah yang mulia, semuanya pergi menuju rumahnya.
Arti Inggris:
112