Ada sebuah kerajaan yang sangat besar kekuasaannya namanya kerajaan Suwung, rajanya bernama Batara Indra, istrinya bernama Dewi Sinta. Mempunyai anak sebanyak 44 orang, laki-laki 22 orang, perempuan 22 orang. Semua anaknya gagah dan cantik.
Batara Indra memerintahkan kepada semua anaknya, untuk mengawini saudaranya, masing-masing kembarannya kemudian, semua membuat rumah masing-masing.
Ejaan Latin:
90. aris dhénira amuwus, éh yayi ñaka ta sira, sira reké hutang huni// maring ki nakoda ika, darham reké ambilillira duk kuni, rong ngatus katahhé iku, si rahhadén úinungan, lan sinawur dénning budaq reké iku, pan sira katah drebéha, putupata dénnadeping// ki ñaka brangbantun nika, amyarsa pangandhika nrepati, awirang nulya lumaku, datan pamitta sira, tan kawrena wus prapténg nagaré tiku, henengakenna ki arya, sang prabu kocapa malih// batara a-
Arti Indonesia:
90. kemudian bersabda, “wahai adikku Nyaka, katanya engkau berhutang dulu. Kepada Ki Nakoda itu, derham yang engkau ambil dulu, sebanyak dua ratus itu, engkau katanya menerima, dan ditukar dengan budak, sebab engkau banyak memiliki, cucu cicit yang dapat dijual. Ki Nyaka Brangbantun itu, mendengarkan sabda raja, merasa malu dan segera pergi, tanpa permisi, tidak diceritakan sampailah beliau di istanya, tidak diceritakan lagi Ki Arya. Baginda raja
Arti Inggris:
90