Ada sebuah kerajaan yang sangat besar kekuasaannya namanya kerajaan Suwung, rajanya bernama Batara Indra, istrinya bernama Dewi Sinta. Mempunyai anak sebanyak 44 orang, laki-laki 22 orang, perempuan 22 orang. Semua anaknya gagah dan cantik.
Batara Indra memerintahkan kepada semua anaknya, untuk mengawini saudaranya, masing-masing kembarannya kemudian, semua membuat rumah masing-masing.
Ejaan Latin:
87. wan kawula neda hasih, dateng kawula pukulun, kawula neda tuwan, rahi tuwan ñaka brangbantun puniku, angambil harta kawula rongatus katahé gusti // tannarsa panggih lan kawula, rahi tuwan néñaka iku gusti marga kawula pukulun, sinungen dhinar kawula, maring rahi néqñaka ring dangu, duk kawula rumuhhunna, hadagang ingkéné gusti// andhikané rahi tuwan, dukking ngambil dharham kawula huni, krěsane wéh budaq diku, dateng ngikang kawula, samangkana
Arti Indonesia:
87. memohon belas kasih, datang menghadap tuan, hamba memohon tuan, adik tuan yang bernama Nyaka Brangbantun itu, mengambil uang hamba sebanyak dua ratus jumlahnya tuan. Akan tetapi beliau tidak mau berjumpa dengan hamba, adik tuan yang bernama Ki Nyaka itu, hamba mohon jalan keluar mengembalikan uang dinar hamba, yang saya berikan kepada Neq Nyaka dahulu, pada saat hamba mengawali, berdagang di sini tuanku. Janjinya adik tuan, pada saat mengambil derham hamba dahulu, rencananya ditukar dengan budak, kepada hamba, demikianlah
Arti Inggris:
87