Ada sebuah kerajaan yang sangat besar kekuasaannya namanya kerajaan Suwung, rajanya bernama Batara Indra, istrinya bernama Dewi Sinta. Mempunyai anak sebanyak 44 orang, laki-laki 22 orang, perempuan 22 orang. Semua anaknya gagah dan cantik.
Batara Indra memerintahkan kepada semua anaknya, untuk mengawini saudaranya, masing-masing kembarannya kemudian, semua membuat rumah masing-masing.
Ejaan Latin:
84. tekes ta sira, mapa noranana reko, prajañjiné sira arya, gawok temen manira, dén úenggeh nora mongkono, polahhé ki aya ika// wengi mangké tan kawreni, éñjang mangké kawrenaha, ki nakoda iki reko, malebu maring nagara, angulati ki arya, ki arya nora katemu, nakkoda mennengnga sira// anulih bali siréki, nakoda saréñjang néka, kalintang wirangngé reko, lwir medal geni punika, wadana-bangabangan, lwir kukus geni siréku, kalintang srengngen nakkoda// geneping tiga sire
Arti Indonesia:
84. menggerutu beliau, apa sebabnya tidak sesuai dengan perjanjian Ki Arya itu, heran aku ini, aku kira tidak demikian jadinya, tingkah Ki Arya itu. mala mini tidak diceritakan, besoknya diceritakan kembali, mengenai Ki Nakoda itu, kembali ke istana, menemui Ki Arya, namun Ki Arya tidak ditemukan, terdiamlah Ki Nakoda. Akhirnya Nakoda kembali, bersama pengikutnya, sangat marah ia, bagaikan keluar api, mukanya memerah, bagaikan asapnya api ia, kelewat marahnya Nakoda itu. Sampai tiga kali,
Arti Inggris:
84