Ada sebuah kerajaan yang sangat besar kekuasaannya namanya kerajaan Suwung, rajanya bernama Batara Indra, istrinya bernama Dewi Sinta. Mempunyai anak sebanyak 44 orang, laki-laki 22 orang, perempuan 22 orang. Semua anaknya gagah dan cantik.
Batara Indra memerintahkan kepada semua anaknya, untuk mengawini saudaranya, masing-masing kembarannya kemudian, semua membuat rumah masing-masing.
Ejaan Latin:
26. k reké handhika, marekking batara agung, haji padukka pangéran// harya bahan ngandhikaris, sandhikanira batara, utusúanna-mitta reko, anulya lumampah stira, tan kocapa ing marga, wus prapta ing nagara agung, kapanggih sira ligiya// ing satigil re-ké iki, pepek kabéh para putra, tumenggung sokong ta reko, ngandhika apa kang kreya, utusan hamaturra, inggih kawula pu-kulun, ingngandhika haji tuwan// deweg tuwan mantukkaglis, maring désa suhungika// ingngandhika dén úang katong, haji padu-
Arti Indonesia:
26. yang memerintahkan hamba, menghadap kepada yang mulia maha raja, junjungan tuanku raja. Kemudian arya bahan menjawab, sesuai dengan titah paduka raja konon utusan itu mohon diri, kemudian mereka berangkat, tidak diceritakan perjalanannya, telah tiba di pusat kerajaan, dijumpai beliau masih duduk di sana. Di sitigil konon ini, penuh sesak oleh para putranya, tumenggung sokong konon itu, berkata “apa yang engkau kerjakan?”, utusan menjawab “ ya hamba tuanku hamba menyampaikan titah susuhunan paduka. Mohon agar paduka segera kembali, ke desa suhung itu. Demikian titah paduka raja, maharaja
Arti Inggris:
26.