Ada sebuah kerajaan yang sangat besar kekuasaannya namanya kerajaan Suwung, rajanya bernama Batara Indra, istrinya bernama Dewi Sinta. Mempunyai anak sebanyak 44 orang, laki-laki 22 orang, perempuan 22 orang. Semua anaknya gagah dan cantik.
Batara Indra memerintahkan kepada semua anaknya, untuk mengawini saudaranya, masing-masing kembarannya kemudian, semua membuat rumah masing-masing.
Ejaan Latin:
22. satus katahhé reko, ki ña…….nuhun puniku, akreya nagara iku// wus dhadi-punang nagari, sreti umahhé samapta, wenten malih kawrena mangko….punika, pamitti rakanira, kawulaha kreya mangko ..maring lombok kang nagara// batara ngandhika haris, lah lunga ta anakking ngwang, anulih lumampah halon, kéring dénning putra ..mya, wong tigang ngatus ika, wus prapténg prenahhiréku, ingalas bobok punika// saking glis caritéki, dados punang
Arti Indonesia:
22. seratus orang jumlahnya itu, ki nyaka ….mengikuti itu, membangun desa di sana. Setelah rampung desa tersebut, serta lengkap dengan rumahnya, ada lagi yang diceritakan, ……itu, memohon ijin kepada kakaknya, hamba akan kerjakan sekarang ….menuju wilayah Lombok. Baginda raja kemudian bersbda, pergilah saudaraku, kemudian berangkat pelan-pelan, diikuti oleh anaknya Semua, berjumlah tiga ratus orang, telah tiba di tempat tujuan, di hutan bobok itu. Singkat cerita ini, terbangunlah
Arti Inggris:
22.