Ada sebuah kerajaan yang sangat besar kekuasaannya namanya kerajaan Suwung, rajanya bernama Batara Indra, istrinya bernama Dewi Sinta. Mempunyai anak sebanyak 44 orang, laki-laki 22 orang, perempuan 22 orang. Semua anaknya gagah dan cantik.
Batara Indra memerintahkan kepada semua anaknya, untuk mengawini saudaranya, masing-masing kembarannya kemudian, semua membuat rumah masing-masing.
Ejaan Latin:
108. Mangke kawreni héñjang mangké kang kocapa, sang prabu ngandhika halon, he lunga mangke ta sira, baktenen beras hika , wehenna nakoda hiku, dadi sanguné nakoda// anulih lumapah haglis, sakéhé bras samadaya, wus prapta ing lombok reko, ki nakoda wus sinungan, nakoda tinanggeppan, kalintang suka niréku hannulih munggahing palwa// nengakna siréki, kocapa mangké nakkoda, angrawung jangkar ta mangké, hanulih hababar layar, anengah dénya layar nakoda hika lumaku, handharung palayar néka//
Arti Indonesia:
108. Sekarang diceritakan mengenai keadaan besoknya, baginda raja berkata pelan, nah pergilah sekarang engkau, bawalah beras itu, berikanlah kepada nakoda itu, sebagai bekal Ki Nakoda. Kemudian segera diangkut, semua beras itu, telah tiba di Lombok, Ki Nakoda telah diberikan, Ki Nakoda telah menerima, sangat hatinya Ki Nakoda kemudian naik ke perahu. Tidak diceritakan lagi, diceritakan sekarang Ki Nakoda menari jangkarnya sekarang, kemudian mengembangkan layar, mengembangkan setengah layar KINakoda Kemudian berangkat, mengarungi samudera pelayarannya itu.
Arti Inggris:
108