-
Ejaan Latin:
4. Kocap sang brahmana sakti, dongeh warta tan bijana, Ratu Wijaya muq sopoq, girang leq ilmu kajayan, banjuran lito gancang, deqna kocap leq langan banjur, dateng desa Darul Astan. Sadatengna sang brahmana sakti, sahabat si lweq leq desa, banjur pada mamarek lito, Sahimerdan nggedengang, entan dateng sang brahmana, sahimerdan no barutus, pasilaq ya sang brahmana. Takocapang dateng glis, leq arepanna Sahimerdan, banjuranna saling ojok, asung salam pada manjak, leq santren apah tipah, pasajiqna dateng katur, banjur nada bakaronan. Wahfta nada basepaq gelis, Sahimerdan nunas suka, silaq.
Arti Indonesia:
4. Syahdan Sang Brahmana sakti, mendengar ihwal sang putera, Ratu Wijaya hanya seorang, gemar pada ilmu kesaktian, lalu ke sana segera, tak terkisahkan di perjalanan kemudian, sampai di negeri Darul Astam. Sesampainya si Brahmana sakti, sahabat yang banyak di desa, bersama-sama datang menghadap, Sahimerdan mendengar, perihal kedatangan sang Brahmana, Sahimerdan mengirim utusan, mempersilahkan sang Brahmana. Dikabarkan datang segera, di hadapan Sahimerdan, kemudian sating tuju, bersalaman lalu duduk bersama, di Santren beralaskan tikar, santapan tiba dihidangkan, mereka pun makan berdua. Setelah makan segera merokok, Sahimerdan menanyakan kesukaan (Brahmana), silahkan saya perciki,
Arti Inggris:
-