-
Ejaan Latin:
219. Ya hamiyos raja lanang histri, wus sami napak, dening bedil tumbak, gong beri tinambuh hage, tandak ronggeng lan tambur, tinimbalan surak lan bedil, kadi hombak segara, bedil halun-halun, tan sipi ramening kena ya, pan papdih, sagara banyune putih, deniya masuh kang bras.
Arti Indonesia:
219. Lalu keluar sang raja dan permaisurinya, semua menyambut dengan tertib, oleh pasukan bedil tombak, gong gamelan pun ditabuh, Tandak, Legong, dan Tambur, bersaut sorak dan bedil, suara seperti ombak laut, bedil bertalu-talu, tak terkatakan ramainya saat berpesta, sampai berubah air laut menjadi putih, karena mereka mencuci beras.
Arti Inggris:
219. Then the king and his queen came out, all welcomed in an orderly manner, by spear rifles, gamelan gongs were beaten, Tandak, Legong, and Tambur, cheering and rifling, sounds like sea waves, hammering guns, unspeakable boomers when partying, until the sea water turns white, because they wash rice.