-
Ejaan Latin:
23. Siduk mesna, raja Sahimerdan, liwat siqna suka ate, pangrasana sukur syu, banjur tabekeq taeq leq kursi, pra mantri Ian pra manca, pada bengaq lapuq, siq ruwa bagus kaliwat, lan kawasa, ratu no banjur bamanik, duh lalu apa saran. Sang brahmana banjurna nimbal, ya si ne, si aran Sahimerdan, bijan ratu Wijaya ne, ratu bamanik cemur, ampurang ku apan aku jati, deq ku taoq sida anak, ya nane anaku, nkeng kupiyaqde anak prangga an iq iya, anaku la Siti Dewi, pyaq ya tau nina. Banjurna sida anaku ite jari, pajenengan, jari gentiqku anak, mapan aku was
Arti Indonesia:
23. Dipeluk diciumnya, Raja Sahimerdan, sangat bersuka cita, perasaannya syukur seribu, lalu diajak naik ke kursi, lalu mantri dan patih, semuanya terheran-heran, karena rupanya yang tampan sekali, dan amat sakti, rajapun lalu bersabda, wahai sayang siapa namamu. Sang Brahmana lalu menjawab, dia ini, yang bemama Sahimerdan, ·putera Raja Wijaya, Raja bersabda sembari tersenyum, maafkan daku karena sebenamyalah, aku tak mengenal ananda, sekarang ini anakku, sekarang kujadikan engkau anak utama, ambillah olehmu, anakku si Siti Dewi, jadikan ia isterimu. Kemudian engkau anakku di sini menjadi, raja penguasa, menjadi penggantiku anakku, karena aku sudah
Arti Inggris:
23