-
Ejaan Latin:
25. Tunina ngiring, uq pater bapayas, dateng masigit banjur, bini laki tatingkahang batun kawin, mas salaka ji ji saketti, was na pragat tingkahang. Banjur baterus ider desa pituq kali, sapi surak, bdil batimbalan, bumi maraq tur lwek, tama leq desa banjur, trus taeq leq malege putri, ratu mamiqna gamncang, de kandan gading mantu, taeq leq malige gancang, tatokolang, leq ambing kirina putri, banjur bakaronan nada. Sahimerdan bareng dengan putri, begegenti, pada sating suwap, jaganganan sarwa meres, wasna sinada banjur, mamiqna no mijilna nemin, warga sanak si nada.
Arti Indonesia:
25. Diiringi wanita pula, si grok sama berhias, sampai di Masjid lalu, laki wanita dinikahkan mas kawinnya, emas perak seratus ribu, setelah selesai dinikahkan. Kemudian berkeliling desa tujuh kali, sambil bersorak, suara bedil bersahutan, bumi bagai bergetar pecah, maka masuk di batas kota, lalu naiklah ke mahligai si putera, ayahandanya segera, menggandeng tangan menantunya, naik ke mahligai segera, didudukkan, di samping kirinya puteri, lalu berdua mereka makan. Sahimerdan bersama sang puteri, bergantian, saling menyuapi, lauknya serba lezat, setelah selesai makan lalu, ayahnya keluar menemani, warga kerabat yang makan,
Arti Inggris:
25