-
Ejaan Latin:
22. Pada gen ngamasi, pada malik pamit nyembah. Sadatengna leq malige no malik, pada tama, masih deqna kandaitan, daitna mung nuri bae, nuri banjuma jauq, aturangna leq ratu no glis, ratu suka mukul ya, gancang brahmana nu, puger gading ratu sya, pukul nuri, kaji ftamindahang nuri, mapan iya kamanya. Pakedekan bijan pengkaji, kaji bangga, mamindahang ya, adeqna burung tamateq, nuri banjuma jauq, ongkosana jimat leq nuri, banjur basalin ruwa, jari manusa bagus, deq naraq denganna pada ratu ngrasa, deq duga anak manusa miskin, pantas bijan manusa menak. Banjur turun ratu kapong ya glis,
Arti Indonesia:
22. Mereka kembali menurut perintah. Setibanya di dalam mahligai kembali, sama-sama masuk, masih belum diketemukan, dijumpainya hanya nuri saja, nuri lalu dibawanya, dipersembahkannya kepada raja segera, raja hendak memukulnya, cepat brahmana itu, memegang tangan ratu yang akan, memukul nuri, hamba mohonkan ampun nuri, karena dia bangsa burung. Mainan puteri tuanku, hamba menolak, mohon ampunan baginya, agar tak jadi dibunuh, nuri lalu dipegangnya, dicabutnya jimat dari nuri, lalu berganti wujud, menjadi manusia tampan, tak ada tolok bandingnya, ratu merasa, tak mungkin anak orang miskin, pantasnya anak orang ningrat. Kemudian turun raja memeluknya segera,
Arti Inggris:
22