Ada sebuah kerajaan yang sangat besar kekuasaannya namanya kerajaan Suwung, rajanya bernama Batara Indra, istrinya bernama Dewi Sinta. Mempunyai anak sebanyak 44 orang, laki-laki 22 orang, perempuan 22 orang. Semua anaknya gagah dan cantik.
Batara Indra memerintahkan kepada semua anaknya, untuk mengawini saudaranya, masing-masing kembarannya kemudian, semua membuat rumah masing-masing.
Ejaan Latin:
9. punika purwaning dangu, massirya bayanna madya// wenten malih kang kawreni, batara malih ngandhika, maring putranira reko, adu-h anakingsun dhéwa, sira mangké lungaha, akreya nagara iku, ingalas sokong akreya// i pigiring kang jaladri, a-kreya nagara sira, asandhing labwan mangko, rama pañangéran ñebah, aglis nulya lumampah, saputu pataning ré-ku tan kawerna ing nagara// sigrah prapténg prenah néki, ingalas sokong namanya, nulya arérén sakabéh, hé-
Arti Indonesia:
9. demikianlah awal mulanya dahulu, menjadi pusat desa bayan. Ada lagi yang diceritakan, baginda raja bersabda kembali, kepada para putranya tersebut, “wahai anakku, pergilah engkau sekarang, membuka desa disana, di hutan sokong engkau membuat. Di hutan tepi sungai, membangun desa engkau, yang dekan dengan pelabuhan itu,” pangeran terkemuka menghaurkan sembah, lalu segera berangkat, beserta para cucu cicit tidak diceritakan di dalam kerajaan. Segeralah sampai ditempat tujuan, yang bernama alas sokong, kemudian beristirahat semua,
Arti Inggris:
9