Ada sebuah kerajaan yang sangat besar kekuasaannya namanya kerajaan Suwung, rajanya bernama Batara Indra, istrinya bernama Dewi Sinta. Mempunyai anak sebanyak 44 orang, laki-laki 22 orang, perempuan 22 orang. Semua anaknya gagah dan cantik.
Batara Indra memerintahkan kepada semua anaknya, untuk mengawini saudaranya, masing-masing kembarannya kemudian, semua membuat rumah masing-masing.
Ejaan Latin:
8. ñjing malih kakocapa, nulya akreya umah, saking glis caritéku, dados punang nagara// punika purwané huni, hana manusya punika, saking sokong iku reko, rama pañangérannika, dadi tumegung ika, wus putus putus caritanéku, wenten malih kang kocapa// ki balun mangké kawreni, ingandhika ing batara, lah ta lunga anakkingong, akreya na-gara sira, ing sambalun punika, ki balun nembah anuhun, sandhika dika batara// anulih lumampah aglis, ta-
Arti Indonesia:
8. besoknya kembali diceritakan, kemudian membuat rumah, singkat cerita, menjadilah sebuah permukiman. Demikianlah awalnya dahulu, tentang keberadaan orang-orang tersebut, yang ada di sokong, pangeran yang terhormat tersebut, menjabat sebagai tumenggung, demikianlah ceritanya, ada lagi disebutkan. Diceritakan tentang ki balun, dititahkan oleh baginda, berangkatlah anaku, membuka permukiman, di sambalun tersebut, ki balun memberi hormat, melaksanakan titah baginda. Kemudian segera berangkat,
Arti Inggris:
8