Ada sebuah kerajaan yang sangat besar kekuasaannya namanya kerajaan Suwung, rajanya bernama Batara Indra, istrinya bernama Dewi Sinta. Mempunyai anak sebanyak 44 orang, laki-laki 22 orang, perempuan 22 orang. Semua anaknya gagah dan cantik.
Batara Indra memerintahkan kepada semua anaknya, untuk mengawini saudaranya, masing-masing kembarannya kemudian, semua membuat rumah masing-masing.
Ejaan Latin:
103. jroning ngalas, ingkono enggén nagari, prenahhé ika, arérénniku sami// nulih katingalan luhurring langittika, ingngendhi dalannéki, rénjing séwusúika, pannadoh henggénning ngwang, masa nututta ing mangkin, nulya kreya, pondhokké iku sami// samya samapta pondhokké samadaya, pinggirring bangawanniki, bangawan punika, namané iki iya, pinggiring désané iki, luhurré ika, pondok monggoq puniki//o// asmaréng tingal//o// punika mulané huni, dadi ñaka mongkoq ika, a-
Arti Indonesia:
103. tengah hutan, di sana tempatnya membangun desa, tempat itu, beristirahat semua. Kemudian dilihat di atas langit di atas itu, di mana jalannya ini, besok sehabis itu, sebab jauh dari orang-orang, sama-sama mengikuti sekarang, kemudian semua membuat, pondok di sana. Semua selesai pondoknya, di tepi sungai itu, sungai tersebut, namanya demikian, di tepi desa ini, lebih di atas dari itu, pondok monggok ini. Puh Asmara Tingal. demikianlah awal mulanya, menyebabkan dijuluki Nyaka Monggok itu,
Arti Inggris:
103