-
Ejaan Latin:
48. Eh Maktal kamu semun, Raden Makral nyembah belatur gelis, duh Pangeran Ratu Agung. pamuteran desa Mekah, sangkaq kaji ndeqna balatur laiq pengkaji ratu. mapan siq bijan peng dewa. Raden Mas Banjaan Sari.Ndeqna kanten ntana sungkan, soalah tanggoh penyakit bijan pengkaji, ndeqna kanten sakit pacu, dingin isiq pekayunan, Ian biniqna ndeq suka betemu. ito laiq kekebonan. jelo malem besennin bae. No kranaq kaji dewa. siq ndeq matur laiq ragan yang kaji, Perus banjur nyembah matur. kula matur laiq pemban. yan bijan Pemban ndeq dingin Ratu Agung, jeneng tadah kerandingan, "Kabeboa" bijan pengkaji .
Arti Indonesia:
48. Eh Maktal bagaimana menurutmu , Raden Maktal menyembah mengatakan, duh Pangeran Ratu Agung, yang berkuasa di negeri Mekah . sebab hamba tak melaporkan kepada tuan karena putera tuanku, Raden Mas Banjaran Sari. Tak jelas penyakitnya, dipastikan penyakit putera tuan, penyakitnya tak nyata benar. sakit karena asmara. dan tak mau menemui, oleh isterinya di taman, siang malam berurai air mata. Itu sebabnya hamba tuanku, tidak menyampaikan pada tuanku. Perus lalu berhatur sembah, hamba haturkan pada tuanku. putera tuanku Ratu Agung tidak sakit, cuma agak kesurupan, Kabeboa putera tuan hamba
Arti Inggris:
48.