-
Ejaan Latin:
125.sedatengan laiq bancingah, maliq de taoq kamu nane, punggawa miwah manca, kula bala buat tetato siu, ojok lendang Ujungalang. Punggawa wah pada nampi. selapuq pada bepengarah , kula bala katir tetato, wayan beleqna katir satak, surak kancan siq ngerembat. tetato selapuq teansuh. maka siu tesugulang. Tato besampal begerinting, Amaq Jusi kaceritan, lampaq ngawangawang lalo, ojok lendang Ujungalang, waS dateng leq atas len dang, Amaq Jusi mara banjur, banjur bukaq penyolen gedah. Berisi siq aiq banyurip, maraq beleq selao rungkang,
Arti Indonesia:
125.setelah tiba di balaiurung, berserulah ia Hai dengarlah, para menteri dan penggawa, perintahkan tam tama dan rakyat , membawa patung ke Ujung Alang. Penggawa yang menerima perintah, segera mcneruskan perin tah, tamtama dan rakyat semua, memikul patung bersama-sama, satu palung, dua ratus orang, bersorak sorai mereka, seribu patung dibawalah ke padang. Patung itu bergelimpangan, kemudian sang guru Makjusi, lerbang di atas Ujung Alang, setelah tiba Jalu membuka, tutup kendi "banyuurip", air sakti yang dapat , menghidupkan benda Itulah air banyurip, kendinya se·besar gentong,
Arti Inggris:
125.