-
Ejaan Latin:
161.banjurna tetimpoh dalem gua.Banjur bemanik Rengganis. lamun meno jaq Den Nuna, beterus nani pada lalo, mapan masih galang bulan, inaq Kebiq jari jawaq ,banjur pada lampaq beterus, Kadarmanik banjur ngasa. Pelai maleq ang mudi gelis, banjur bedait leq langan, pada bareng lampaq lalo. tango galang bulan, ndeqna kocap siq leq langan, cerita wah dateng banjur, siq laiq taoq Guwa Upas. Pada dengah ongkat tangis, basesambatan Umarmaya, Raden Nuna nyerek lito, si laiq sedin Guwa Upas,
Arti Indonesia:
161.lalu dicampakkan ke dalam gua.Rengganis lalu menjawab , kalau demikian halnya kanda, sekarangpun kita berangkat, sementara bulan bersinar terang, Inaq Kebiq jadi penunjuk jalan, lalu segeralah mereka berangkat, terbangunlah Kadamlanik. Cepat mengejar dari belakang, laJu bertemu di tengah jalan, mereka jalan bersama, diterangi cahaya rembulan, tak terkisahkan di perjalanan, konon mereka datangJah, ditemuinya Gua Upas. Mereka mendengar suara tangis, rintihan Umarmaya, Raden Nuna menghampiri cepat, ketepi Gua
Arti Inggris:
161.