-
Ejaan Latin:
73. gawing kaji parek dewa, temanikang siq Tu Medain, leq luwah taoq melinggih, sedih lite tunas bantu, sor perang lawan Wong Menak , tu Mukadam sigedengin, lamun meno nani sida patih Bakrak. Sukur penembahan jagat, penyusungan laiq Medain, nani mbe taoqna manjak, nteh pada sugul mendakin, patih Baktak matur malik. leq luwar toaqna lungguh. suka dan lega Raden Manteri. Lurah banjur temanikang. pantok kulkul banjur lampaq gelis. Lurah tangket amaq Kembang, taek laiq bale tinggang, sedatengna pada jauq anak alu, pada mantok betimbalan, Lurah Kembung saling gitik.
Arti Indonesia:
73. hamba datang menghadap duli tuan, karena disuruh oleh raja Medain, yang sedang menunggu, di luar kota untuk memohon bantuan tuanku . karena kami dikalahkan Wong Menak . Menyangkut Sang Prabu Mukadam , baiklah patih Baktak kalau demikian. Sukurlah karena Raja Agung. Sang Amurbeng bumi Medain, sudi datang kepada hamba, Nah marilah kita sam but mereka. berkata pula patih Baktak. mereka menanti di luar, Ratu Banjur tependak Raja Nursiwan . Lurah kemudian diperintahkan, memukul kentongan mereka pun pergi,Ki Lurah bersama Loq Kembung, naik ke atas menara, mereka membawa anak lesung, lalu memukul bergantian , Lurah Kembung bergantian saling pukul.
Arti Inggris:
73.