-
Ejaan Latin:
186.remuk rebaq nyerangkang, bangke besesampan begelintir, siq metatu masih banyak, separa surut ia berari. Bala Mekah luweq metatit teuleqang, tetato siu wah bersih, besesampan tengaq len dang Ujungalang, Putih Tapel Aji banjur nongaq. siqna tanggaq Amaq Jusi, telang ndeq araq penggitan, tetatono ndeq araq urip. Malik nyundul selapuq bala Mukadam, suraksaling sorakin, pada wah mangkeban, bala Mekah lawan Mukadam, perang ndeq pada likat mudi, araq jaq ngadu tumbak,
Arti Indonesia:
186pecah rebah berantakan. mayat dan bangkai bergelimpangan. yang terluka pun banyak pula, ada yang berlari lintang lantung. Bala Mekah yang terluka dipulangkan, patung seribu sudah ludes, bergelimpangan di medan Ujungalang, patih Tapel Aji melihat ke angkasa , mencari-cari Batara Makjusi, tak tampak ujung hidungnya, patung yang mati tak bangun lagi.Berdatangan lagi tentara Mukadam, bersorak sorai bersahutan, sudah berhadapan kedua pihak, tentara Mekah dan Mukadam, pertempuran semakin dahsat, ada yang bersenjatakan tombak,
Arti Inggris:
186.