-
Ejaan Latin:
130.gancang, Kusnendar nimbal malik, mula adaraq adat, sendugaq dengan Mekah, yaq mejuluq perang sabil, bagus meq bejuluan, meq pan tok aku gelis. Amaq Jusi leblh lila siq dedengah, junjungna gada besi, eh jaga Kiusnendar, Amaq fusi ia begada, remuk sigar ende besi, bakat keng Kiusnendar, baf/jur paleng rebaq nguring. Amaq Jusi mara ngegel besasumbar, banjur surak siq kapir, banjur nyerek bala Mekah, pada katir datuna, jauq aning pondok gelis, peraratu Mekah, desida Jayengpati. Lebih lila si cingakin peraratu Mekah, sing sugul metatu tarik, sugul kanca dua, kanca mpat bareng lima, selapuq pada kelindih, ndaraq mauq nyenggah,
Arti Indonesia:
130.dar pun menjawab, tak teradat oleh kami, seluruh baJa Mekah, akan berperang sabilullah, kamuJah yang mulai Wong kapir, ayo pukullah aku cepat. Malu dan panas hati Makjusi, lalu diangkatnya gada besinya, jagalah hai Kusnendar, dihantamkannya gadanya. hancur luluh perisai besi. Kiusnendar terkena pinggangnya, terjatuh tak sadarkan diri. Resi Makjusi menari sambil sesumbar, lalu berteriaklah kkaum kapir,perajurit Mekah pun segera,membawa tubuh ketuanya, dibawa ke pemondokan, untuk dirawat diobati, tuanku Jayangrana. Sangat malu melihat peraratu Mekah, pulang membawa lukanya, keluar berdua, berempat semua disikat habis, oleh patung bernyawa, tak seorang pun yang unggul,
Arti Inggris:
130.