-
Ejaan Latin:
55. siq celang ne daduané\ maraq kakirik gitik\ raksasa nyekeberan\ suara maraq teker muni\\ Saling ncang salin tumbak si raksasa\tesamber malik-malik\ nangkis sambilngi ndang\ memantok rebaq\ nyerek ures awak jengking\ merasa was kena\ tédukup leman mudi\\ Deduaqné merasé kapes pesiatné\ surut tame gawah glis\ raksasa nengkrak\ rarit mayung samberna\ Doyan Mangan banjur glis, bobok temborang\ kene bongkor siq api\\ Kotong selapuq ngobor keletek raksasa\ tengaq gawah pelai\ ndéq tao ngawang-awang\ julat
Arti Indonesia:
55. karena meraka berdua sakti, dipukul dengan pentungan raksasa menantang, suaranya seperti suara petir. Saling tombak saling pukul melawan raksasa, disambar lagi, mereka saling tangkis, di patuk dan jatuh, segera bangun kembali, merasa telah capai, dipegang dari belakang. Kedua merasa capai dalam berkelai, segera mundur masuk ke dalam hutan, raksasa berteriak, daging dendeng disambarnya, Doyan Mangan lalu segera, api dinyalakan pada daun kelapa punggungnya terkenan dengan api. Terbakarlah kedua sayap raksasa, berlari ke tengah hutan, tidak bisa terbang ke angkasa, hinga hutan
Arti Inggris:
55.